Setelah aku resmi menjadi istri dari suamiku, yang telah mengucapkan Ijab Kabul dalam Akad Nikah pada tanggal 25 Januari 2009, keluargaku mengadakan syukuran atas pernikahan kami. Dalam adat Banjar, perayaan itu disebut dengan 'Basanding' atau 'Batatai.' Arti kata 'Basanding' adalah bersanding, dan 'Batatai' mempunyai arti harfiah duduk berdua.

Acara basanding/batatai sebenarnya adalah klimaks dari serangkaian ritual pernikahan dalam adat Banjar. Acara lainnya adalah Basasuluh, Badatang/Bapara, Bapapuyuan, Baantar Jujuran, Akad Nikah, Bapingit, Bapacar, Badudus/Bapapai, Batamat Quran, Maarak Pangantin, Basanding, dan Basujud. InsyaAllah aku akan mengangkat semua perayaan tersebut sebagai artikel dalam blog ini.
Ritual adatnya sih gak banyak, secara perayaan ini tidak diadakan di Banjarmasin, tapi di Pamekasan, Madura. Tapi, perayaannya telah dilaksanakan dengan sukses, walaupun sempat diselingi oleh hujan. (^_~)
Seperti acara Basanding lainnya, kami juga melakukan acara basuap/basasuap Yaitu acara di mana kita harus berebut menyuapi pasangan kita dengan nasi hadap-hadap dan nasi padapatan.

Setelah semua ritual sukses dilaksanakan, kami mengabadikan gambar bersama. Alhamdulillah, perayaan ini dilaksanakan dengan sukses.
Aku harap, hidup yang akan aku jalani, sesukses acara ini. Amiin... (^_~)


Foto-foto lainnya dapat dilihat di facebook, di friendster, atau di Multiply.
Baca Selengkapnya >>
Ringkasan [...]